Program Perkuliahan Karyawan
SEKOLAH TINGGI BAHASA ASING LIA YOGYAKARTA

SEKOLAH TINGGI BAHASA ASING LIA YOGYAKARTA

STBA LIA YOGYAKARTA
Karier dan Pendidikan

Tanda Staf Layanan Pelanggan Siap Melanjutkan Kuliah D3 Bahasa Inggris

Kenali tanda staf layanan pelanggan siap kuliah D3 Bahasa Inggris, dari latihan rutin hingga kesiapan meningkatkan komunikasi sambil tetap bekerja.

Tanda Staf Layanan Pelanggan Siap Melanjutkan Kuliah D3 Bahasa Inggris

Bekerja sebagai staf layanan pelanggan membuat seseorang berhadapan langsung dengan berbagai pertanyaan, permintaan, dan kebutuhan orang lain.

Ada pelanggan yang membutuhkan informasi.

Ada keluhan yang harus ditanggapi.

Ada pesan yang perlu dijawab dengan jelas.

Ada pula situasi ketika pelanggan menggunakan bahasa Inggris dan kamu mulai merasa kurang percaya diri untuk merespons.

Mungkin kamu sebenarnya memahami sebagian maksudnya.

Namun, saat harus menjawab, muncul keraguan.

Apakah kalimatnya benar?

Apakah pilihan katanya sesuai?

Apakah pelanggan akan memahami maksud saya?

Situasi seperti ini cukup wajar bagi pekerja yang belum terbiasa menggunakan bahasa Inggris secara rutin.

Namun, ada satu perubahan penting yang dapat menjadi tanda kesiapan belajar.

Kamu tidak lagi hanya berpikir:

“Bahasa Inggris saya belum bagus.”

Kamu mulai berpikir:

“Saya ingin berlatih supaya lebih percaya diri menggunakannya dalam pekerjaan.”

Bagi staf layanan pelanggan, tanda siap melanjutkan D3 Bahasa Inggris bukan berarti harus sudah lancar berbicara.

Kesiapan dapat mulai terlihat ketika kamu bersedia berlatih secara rutin, menerima koreksi, dan menggunakan pengalaman pelayanan sebagai bahan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

 

Saat pekerjaan layanan pelanggan mulai menuntut kemampuan lebih

Coba ingat kembali situasi ketika pelanggan bertanya menggunakan bahasa Inggris.

Mungkin pertanyaannya sebenarnya cukup sederhana.

Kamu memahami beberapa kata.

Namun, ketika harus menjawab, waktunya terasa lebih lama.

Kamu berpikir dahulu.

Mencari terjemahan.

Menyusun kalimat.

Lalu memeriksa kembali sebelum mengirim.

Secara pekerjaan, kamu mungkin tetap mampu menyelesaikannya.

Namun, pengalaman tersebut dapat membuatmu mulai bertanya:

Bagaimana agar saya bisa merespons lebih cepat?

Bagaimana menyusun kalimat yang sopan tetapi tidak terlalu rumit?

Bagaimana menjelaskan informasi kerja dalam bahasa Inggris?

Bagaimana lebih percaya diri ketika harus berbicara langsung?

Pertanyaan seperti ini menunjukkan bahwa kebutuhan belajarmu mulai lebih konkret.

Kamu tidak hanya ingin “bisa bahasa Inggris”.

Kamu mulai ingin menggunakan bahasa Inggris untuk situasi kerja tertentu.

 

Kamu mulai bersedia berlatih meskipun belum lancar

Ini salah satu tanda kesiapan yang paling penting.

Banyak orang menunggu sampai merasa cukup pintar untuk mulai belajar serius.

Padahal prosesnya justru sebaliknya.

Kemampuan berkembang karena latihan dilakukan meskipun belum nyaman.

Misalnya hari ini kamu hanya mampu membuat dua kalimat sederhana.

Tidak masalah.

Besok coba lagi.

Minggu berikutnya, gunakan kosakata baru.

Ketika salah, perbaiki.

Kesiapan bukan tentang seberapa bagus bahasa Inggrismu hari ini.

Kesiapan terlihat dari kesediaan untuk melakukan proses belajar secara berulang.

 

Kamu mulai mempunyai tujuan yang lebih spesifik

Tujuan seperti:

“Saya ingin jago bahasa Inggris.”

masih sangat luas.

Coba buat lebih dekat dengan pekerjaan.

Misalnya:

“Saya ingin bisa menjawab pertanyaan pelanggan dalam bahasa Inggris dengan lebih percaya diri.”

Atau:

“Saya ingin mampu menulis pesan administrasi sederhana dalam bahasa Inggris.”

Bisa juga:

“Saya ingin memahami percakapan pelanggan tanpa selalu menerjemahkan setiap kata.”

Tujuan yang spesifik membantu proses belajar lebih terarah.

Kamu mulai mengetahui kemampuan apa yang ingin dikembangkan dan dalam situasi apa kemampuan tersebut akan digunakan.

 

Kamu mulai mencatat kalimat yang sering dibutuhkan saat bekerja

Pekerjaan layanan pelanggan mempunyai pola.

Beberapa kalimat sering digunakan berulang kali.

Misalnya saat menyapa.

Meminta pelanggan menunggu.

Meminta informasi tambahan.

Memberikan penjelasan.

Mengonfirmasi permintaan.

Atau menutup percakapan.

Kamu dapat mulai mengumpulkan kalimat yang sering dibutuhkan.

Misalnya buat kategori:

Greeting

Requesting information

Giving information

Clarification

Closing conversation

Tidak perlu langsung banyak.

Mulai dari lima sampai sepuluh kalimat yang memang sering muncul dalam pekerjaan.

Latihan seperti ini membuat bahasa Inggris terasa lebih dekat dengan kebutuhan nyata.

 

Kamu mulai mencoba menggunakan bahasa Inggris dalam situasi kecil

Belajar bahasa tidak harus langsung dimulai dengan percakapan panjang.

Mulai dari bagian yang sederhana.

Misalnya satu salam.

Satu kalimat konfirmasi.

Satu pertanyaan pendek.

Atau satu respons administrasi.

Kamu dapat mencoba menulis:

“Thank you for contacting us.”

Kemudian lanjut:

“Could you please provide your order number?”

Lalu pelajari apa arti dan konteks penggunaannya.

Tujuannya bukan menghafal sebanyak mungkin kalimat.

Yang lebih penting adalah memahami bagaimana bahasa digunakan dalam situasi pelayanan.

 

Kamu mulai menerima bahwa kesalahan merupakan bagian dari latihan

Rasa takut salah sering menjadi penghambat.

Takut tata bahasanya keliru.

Takut pengucapannya kurang tepat.

Takut terdengar tidak profesional.

Namun, jika semua latihan ditunda sampai yakin tidak akan salah, proses belajar menjadi sulit dimulai.

Kamu dapat mulai dari ruang yang aman.

Berlatih sendiri.

Membaca kalimat dengan suara keras.

Menulis contoh respons.

Meminta seseorang memeriksa.

Kemudian memperbaiki.

Kesalahan yang diperbaiki justru memberikan informasi mengenai bagian yang perlu dipelajari.

 

Kamu mulai memperkuat kosakata yang dekat dengan pekerjaan

Data sumber menyebut kosakata sebagai salah satu dasar yang perlu diperkuat.

Untuk staf layanan pelanggan, tidak perlu memulai dari ribuan kata.

Mulai dari kosakata yang sering muncul.

Misalnya:

customer;

request;

information;

payment;

delivery;

schedule;

confirmation;

complaint;

available;

problem.

Kemudian jangan hanya menghafal artinya.

Gunakan dalam kalimat.

Misalnya:

“Your payment has been confirmed.”

atau:

“Could you explain the problem?”

Cara seperti ini membantu kosakata terhubung dengan konteks.

 

Kamu mulai memperkuat tata bahasa tanpa terlalu takut teori

Tata bahasa tetap penting.

Namun, kamu tidak harus mempelajari seluruh aturan sekaligus.

Mulailah dari pola yang sering digunakan.

Misalnya membuat kalimat sederhana.

Membuat pertanyaan.

Menjelaskan sesuatu yang sudah terjadi.

Memberikan informasi tentang kegiatan yang sedang berlangsung.

Setelah memahami satu pola, gunakan dalam contoh pekerjaan.

Cara ini membuat tata bahasa terasa lebih fungsional.

 

Kamu mulai membangun kebiasaan membaca bahasa Inggris

Data sumber juga menyebut kebiasaan membaca sebagai bagian yang perlu diperkuat.

Mulailah dari bacaan yang pendek.

Misalnya:

pesan pelanggan;

email sederhana;

deskripsi layanan;

informasi produk;

atau artikel pendek.

Tidak perlu menerjemahkan setiap kata.

Coba pahami ide utamanya.

Kemudian tandai kosakata yang benar-benar penting.

Kebiasaan seperti ini membantu otak semakin familiar dengan pola bahasa.

 

Kamu mulai berlatih mendengar dan menirukan

Kemampuan komunikasi tidak hanya berasal dari membaca.

Kamu juga perlu terbiasa mendengar.

Pilih materi pendek.

Dengarkan satu kalimat.

Ulangi.

Perhatikan pengucapannya.

Kemudian coba ucapkan kembali dengan ritme yang serupa.

Tidak perlu mengejar aksen tertentu.

Tujuannya adalah membuatmu lebih nyaman mengucapkan kalimat dan memahami bahasa yang didengar.

 

Kamu mulai berani berbicara meskipun sederhana

Untuk staf layanan pelanggan, rasa percaya diri saat berbicara cukup penting.

Mulailah dari kalimat pendek.

Misalnya:

“How can I help you?”

“Please wait for a moment.”

“Let me check the information.”

“Could you repeat that, please?”

Berlatihlah sampai kalimat tersebut terasa lebih natural.

Kemudian tambahkan kalimat baru.

Sedikit demi sedikit, kamu membangun bank kalimat yang benar-benar dapat digunakan dalam pekerjaan.

 

Kamu mulai meminta masukan

Kesiapan belajar juga terlihat ketika kamu mulai terbuka terhadap koreksi.

Misalnya kamu menulis respons dalam bahasa Inggris.

Mintalah seseorang memeriksa:

Apakah kalimatnya jelas?

Apakah terdengar terlalu kaku?

Apakah pilihan katanya sesuai?

Apakah ada struktur yang perlu diperbaiki?

Masukan membantu melihat bagian yang belum kamu sadari.

Tujuannya bukan mencari kesempurnaan.

Tujuannya adalah membuat kemampuan berkembang melalui umpan balik.

 

Kamu mulai memahami bahwa komunikasi lebih penting daripada kalimat yang rumit

Saat belajar bahasa Inggris, ada kecenderungan ingin terdengar canggih.

Padahal dalam layanan pelanggan, kejelasan sangat penting.

Kalimat sederhana tetapi jelas sering lebih berguna daripada kalimat panjang yang membingungkan.

Misalnya daripada mencoba menggunakan banyak istilah, fokuslah pada:

apa informasi utamanya;

apa yang perlu dilakukan pelanggan;

apa langkah berikutnya.

Cara berpikir seperti ini membuat latihan lebih dekat dengan kebutuhan komunikasi kerja.

 

Kamu mulai menggunakan pengalaman pelayanan sebagai bahan belajar

Setiap hari sebenarnya ada banyak bahan latihan.

Misalnya hari ini pelanggan menanyakan status pesanan.

Setelah pekerjaan selesai, coba buat versi bahasa Inggrisnya.

Besok ada pelanggan menanyakan jadwal.

Lakukan hal yang sama.

Minggu berikutnya ada keluhan.

Coba buat respons sederhana.

Dengan cara ini, pengalaman kerja menjadi sumber latihan yang terus tersedia.

 

Kamu mulai membuat catatan kesalahan yang sering terjadi

Mungkin kamu sering lupa bentuk kata tertentu.

Sering bingung menggunakan preposisi.

Atau ragu membedakan beberapa kata.

Jangan hanya memperbaiki lalu melupakan.

Buat catatan kecil.

Misalnya:

Kesalahan: kalimat yang kurang tepat.

Perbaikan: bentuk yang lebih tepat.

Contoh baru: buat satu kalimat lain.

Setelah beberapa minggu, lihat kembali.

Kamu akan mulai mengetahui pola kesalahan sendiri.

 

Kamu memahami hubungan D3 Bahasa Inggris dengan pekerjaanmu

Program D3 Bahasa Inggris STBA Lia Yogyakarta dalam sumber mempelajari komunikasi, penerjemahan, dan penggunaan bahasa Inggris secara praktis.

Bagi staf layanan pelanggan, bidang tersebut mempunyai hubungan dengan pekerjaan sehari-hari.

Kamu sudah berkomunikasi dengan orang.

Menjawab pertanyaan.

Menjelaskan informasi.

Membantu kebutuhan administratif.

Ketika bahasa Inggris mulai digunakan dalam situasi tersebut, kebutuhan belajar menjadi semakin jelas.

Jika sedang mempertimbangkan program ini, kamu dapat mempelajari D3 Bahasa Inggris STBA Lia Yogyakarta.

Saat membaca informasinya, hubungkan dengan tujuanmu.

Misalnya:

“Saya ingin lebih percaya diri melayani pelanggan dalam bahasa Inggris.”

Atau:

“Saya ingin memperbaiki komunikasi tertulis dan lisan untuk pekerjaan.”

Hubungan seperti ini membuat keputusan pendidikan lebih konkret.

 

Kamu mulai melihat penerjemahan sebagai keterampilan memahami makna

Sumber program juga menyebut penerjemahan.

Bagi staf layanan pelanggan, penerjemahan tidak selalu berarti menerjemahkan dokumen panjang.

Kadang kebutuhan yang paling sering muncul justru sederhana.

Memahami pertanyaan.

Menjelaskan pesan.

Mengubah informasi dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dengan makna yang tetap jelas.

Di sini kamu mulai belajar bahwa menerjemahkan tidak cukup hanya mengganti kata satu per satu.

Konteks juga penting.

 

Kamu mulai melatih komunikasi administrasi

Pekerjaan layanan pelanggan sering berkaitan dengan administrasi.

Ada pesan.

Email.

Konfirmasi.

Informasi jadwal.

Pemberitahuan.

Kamu dapat menggunakan situasi tersebut sebagai latihan.

Misalnya tuliskan versi bahasa Inggris dari pesan administrasi sederhana.

Kemudian periksa:

Apakah maksudnya jelas?

Apakah bahasanya sopan?

Apakah terlalu panjang?

Apakah pelanggan tahu apa yang perlu dilakukan?

Latihan seperti ini sangat dekat dengan kebutuhan kerja.

 

Kamu mulai membangun rutinitas belajar yang konsisten

Inilah salah satu tanda kesiapan terbesar.

Misalnya kamu membuat pola:

Senin: 15 menit kosakata.

Selasa: membaca satu teks pendek.

Rabu: latihan menulis respons pelanggan.

Kamis: latihan berbicara.

Jumat: mengulang materi minggu tersebut.

Tidak perlu setiap sesi panjang.

Konsistensi lebih penting.

Jika latihan seperti ini sudah mulai berjalan sebelum kuliah, kamu mempunyai modal kebiasaan yang baik.

 

Kamu mulai menyiapkan waktu kuliah bersama pekerjaan

Data program mencantumkan:

Senin: 16.30–21.00
Selasa: 16.30–21.00
Rabu: 16.30–21.00
Kamis: 16.30–21.00
Jumat: 16.30–21.00

Sumber menyebut jadwal tersebut sebagai Kelas Malam, meskipun setiap hari dimulai pukul 16.30.

Bagi pekerja, jam mulai ini penting.

Apakah pekerjaan selesai sebelum pukul 16.30?

Apakah kamu masih berada dalam perjalanan?

Apakah ada pergantian shift?

Apakah pelayanan pelanggan biasanya masih ramai pada sore hari?

Pertanyaan seperti ini perlu dipikirkan berdasarkan rutinitas nyata.

 

Kamu mulai membuat simulasi hari kerja

Coba ambil satu hari.

Misalnya Senin.

Jam kerja selesai pukul berapa?

Berapa lama perjalanan?

Apakah ada waktu makan?

Pukul berapa bisa mulai mengikuti kegiatan belajar?

Kemudian lakukan hal yang sama untuk Selasa sampai Jumat.

Jadwal yang berlangsung lima hari berturut-turut membutuhkan perhatian.

Bukan hanya soal bisa hadir satu kali.

Pertanyaannya adalah apakah ritme tersebut dapat dijalani secara konsisten.

 

Kamu mulai memperhitungkan energi setelah bekerja

Kemampuan belajar bukan hanya persoalan waktu.

Ada energi.

Staf layanan pelanggan mungkin sudah menghabiskan banyak energi untuk berkomunikasi selama bekerja.

Setelah itu, perkuliahan berlangsung sampai pukul 21.00.

Karena itu, mulai perhatikan:

kapan biasanya tubuh mulai lelah;

bagaimana pola makan;

berapa waktu istirahat;

bagaimana perjalanan pulang.

Kesiapan tidak berarti tidak boleh lelah.

Yang penting, kamu mulai menyiapkan pola yang cukup realistis.

 

Kamu mulai memahami Blended Learning, Tatap Muka, dan Hybrid Learning

Data program mencantumkan tiga metode:

Blended Learning

Tatap Muka

Hybrid Learning

Sumber belum menjelaskan pembagian penerapannya secara rinci.

Karena itu, kamu dapat menanyakan:

bagaimana masing-masing metode diterapkan;

apakah seluruh jadwal Senin–Jumat pukul 16.30–21.00 membutuhkan kehadiran langsung;

bagaimana kegiatan daring dilakukan;

bagaimana sistem kehadiran;

serta bagaimana latihan komunikasi dan kegiatan praktik berlangsung.

Informasi awal dapat dipelajari melalui halaman D3 Bahasa Inggris STBA Lia Yogyakarta.

Detail yang belum tersedia dapat dikonfirmasi kepada pihak kampus.

 

Kamu mulai memeriksa latar pendidikanmu

Data sumber menyebut SMA/MA Bahasa atau semua peminatan serta SMK Pariwisata, Perhotelan, Bisnis, atau bidang layanan dengan dasar bahasa Inggris sebagai latar yang relevan.

Latar SMA/MA/SMK jurusan lain juga tetap mungkin.

Namun, kosakata, tata bahasa, kebiasaan membaca, dan latihan komunikasi perlu diperkuat.

Artinya, belum lancar bukan alasan untuk menunggu terlalu lama.

Kamu dapat mulai membangun fondasinya secara bertahap.

 

Kamu mulai menyiapkan biaya pendidikan

Data program mencantumkan:

Biaya formulir: Rp100.000

Herregistrasi: Rp650.000

Sehingga total biaya awal sebesar Rp750.000.

Tersedia pula simulasi enam kali angsuran sebesar Rp610.000 per bulan.

Selain biaya tersebut, kamu dapat memperhitungkan kebutuhan pribadi lainnya.

Transportasi.

Makan sebelum atau setelah kelas.

Internet.

Perangkat.

Buku atau bahan belajar.

Serta kebutuhan akademik lain yang mungkin muncul.

Perencanaan biaya membuat keputusan pendidikan lebih konkret.

 

Kamu mulai melibatkan orang di sekitar

Perkuliahan pada Senin sampai Jumat sore hingga malam akan mengubah rutinitas.

Karena itu, komunikasi dengan keluarga atau orang terdekat dapat membantu.

Jika pekerjaan menggunakan shift atau membutuhkan kehadiran sampai sore, kemungkinan penyesuaian juga perlu mulai dibicarakan dengan pihak yang relevan.

Tujuannya bukan mencari situasi tanpa kendala.

Yang dibutuhkan adalah mengetahui perubahan apa yang perlu disiapkan.

 

Empat pertanyaan untuk melihat kesiapanmu

Tidak ada skor tertentu yang menentukan staf layanan pelanggan sudah siap melanjutkan D3 Bahasa Inggris.

Namun, empat pertanyaan berikut dapat membantu:

  1. Apakah keterbatasan bahasa Inggris dalam pekerjaan sudah membuat saya mempunyai tujuan belajar yang jelas?
  2. Apakah saya bersedia berlatih secara rutin meskipun belum lancar?
  3. Apakah saya mulai memperkuat kosakata, tata bahasa, membaca, dan komunikasi?
  4. Apakah saya mulai menyiapkan waktu, biaya, dan dukungan agar kuliah dapat berjalan bersama pekerjaan?

Tidak semua jawabannya harus sempurna.

Kesiapan dapat dibangun secara bertahap.

Yang penting, keinginan meningkatkan kemampuan sudah mulai berubah menjadi tindakan latihan yang nyata.

 

Pengalaman layanan pelanggan dapat menjadi modal belajar

Ketika masuk kuliah, kamu tidak datang tanpa pengalaman.

Kamu sudah pernah menjawab pertanyaan.

Mendengarkan kebutuhan pelanggan.

Menjelaskan informasi.

Menghadapi keluhan.

Dan mencoba menjaga komunikasi tetap jelas.

Pengalaman tersebut memberikan konteks.

Ketika belajar komunikasi bahasa Inggris, kamu mempunyai situasi nyata.

Saat mempelajari penggunaan bahasa secara praktis, kamu tahu jenis percakapan yang sering muncul.

Ketika belajar penerjemahan, kamu sudah memahami pentingnya menjaga makna agar pesan tidak membingungkan.

Pengalaman tidak menggantikan pendidikan.

Namun, pengalaman membuat pembelajaran lebih mudah dihubungkan dengan pekerjaan.

 

Langkah kesiapan berikutnya bersama STBA Lia Yogyakarta

Bagi staf layanan pelanggan dan pekerja bidang layanan di Yogyakarta dan sekitarnya yang ingin meningkatkan kepercayaan diri berbahasa Inggris sambil tetap bekerja, salah satu program yang dapat dipelajari adalah Kelas Karyawan STBA Lia Yogyakarta melalui P2K D3 Bahasa Inggris.

Program Studi D3 Bahasa Inggris pada data yang tersedia tercatat memiliki akreditasi Baik.

Institusi STBA Lia Yogyakarta tercatat berakreditasi B.

Lulusan memperoleh gelar Ahli Madya (A.Md.).

Program mencantumkan metode Blended Learning, Tatap Muka, dan Hybrid Learning.

Jadwal yang tersedia dalam sumber adalah:

Senin: 16.30–21.00
Selasa: 16.30–21.00
Rabu: 16.30–21.00
Kamis: 16.30–21.00
Jumat: 16.30–21.00

Untuk pembiayaan, biaya awal tercatat sebesar Rp750.000, terdiri dari formulir Rp100.000 dan herregistrasi Rp650.000.

Tersedia pula simulasi enam kali angsuran sebesar Rp610.000 per bulan.

Kamu dapat mempelajari bidang studinya melalui Program D3 Bahasa Inggris STBA Lia Yogyakarta.

Informasi mengenai kampus dan program lainnya juga tersedia melalui website STBA Lia Yogyakarta.

Sebelum mengambil langkah berikutnya, coba lakukan latihan selama tujuh hari.

Setiap hari, pilih satu situasi dari pekerjaan.

Misalnya:

Hari 1: menyapa pelanggan.

Hari 2: meminta informasi tambahan.

Hari 3: memberikan konfirmasi.

Hari 4: menjelaskan jadwal.

Hari 5: merespons keluhan sederhana.

Tuliskan satu atau dua kalimat bahasa Inggris untuk setiap situasi.

Kemudian baca dengan suara keras.

Perbaiki jika menemukan kesalahan.

Catat kosakata baru.

Tidak masalah jika hasilnya masih sederhana.

Tujuan latihan tersebut bukan membuktikan bahwa kamu sudah mahir.

Tujuannya adalah melihat apakah kamu bersedia belajar sedikit demi sedikit secara konsisten.

Jika sudah mulai melakukan tindakan seperti ini, rencana kuliah sudah bergerak dari keinginan menuju kesiapan.

Kamu dapat mempelajari kembali D3 Bahasa Inggris Kelas Karyawan STBA Lia Yogyakarta sambil membawa daftar tujuan dan bagian kemampuan bahasa Inggris yang masih ingin dikembangkan.

 

Tanda siap melanjutkan kuliah tidak berarti kamu sudah lancar berbicara bahasa Inggris.

Bagi staf layanan pelanggan, kesiapan dapat terlihat ketika keterbatasan bahasa mulai membuatmu ingin belajar secara lebih terstruktur, kamu bersedia berlatih walaupun masih sering salah, dan mulai membuat ruang agar proses pendidikan dapat berjalan bersama pekerjaan.

Selama ini kamu mungkin sudah memahami bagaimana melayani pelanggan dengan baik.

D3 Bahasa Inggris dapat menjadi langkah berikutnya untuk memperkuat bagaimana pelayanan tersebut dapat dilakukan dengan lebih percaya diri ketika komunikasi menggunakan bahasa Inggris.